Kung-Fu Yoga (2017) Film Jackie Chan Terbaru

Film terbaru dari Jackie Chan baru saja selesai diputar di bioskop-bioskop kota besar di Indonesia. Walaupun film ini tidak seperti film Jackie Chan yang sudah-sudah, tetapi cukup memberikan hiburan ringan bila ditonton bersama keluarga.



Bila kita bandingkan dengan film Jackie Chan lainnya seperti Rumble in the Bronx, Police Story, dan The Myth, kualitas cerita dan perkelahian yang ditunjukkan dalam film ini sangat jauh di bawah. Padahal, sutradaranya sama yaitu Stanley Tong. Mengapa eksekusi naskah dan kualitas keseluruhan seperti film dengan budget rendah. Padahal budget pembuatan film ini lumayan besar mencapai 65 juta Dollar.



Umur memang menjadi kendala bagi setiap orang bahkan untuk seorang Jackie Chan. Tidak mudah bagi seorang Jackie Chan untuk kembali bermain film seperti masa mudanya dulu, apalagi dengan umur yang sudah mencapai 63 tahun. Film-film Jackie Chan yang dulunya menunjukkan kecepatan dan kelincahan dalam berkelahi dan melakukan adegan berbahaya terlihat sudah luntur di filmnya yang terbaru.

Jackie Chan akan bermain sebagai Jack, seorang profesor ilmu purbakala yang diajak Ashmita (Disha Patani) untuk membantunya mencari harta karun Magadha yang telah lama hilang. Untuk mencari harta karun itu, Jack meminta bantuan Jonas (Aarif Rahman) seorang pemburu harta karun. Merekapun menuju ke Tibet untuk mencari sebuah batu permata yang dipercaya merupakan kunci untuk mencari harta karun itu. Dengan kepandaian dari sang profesor dan teman-temannya, mereka berhasil menemukan batu tersebut. Walaupun mereka harus berkelahi dengan mantan Jendral bernama Randall (Sonu Sood) yang juga ingin merebut harta karun dari mereka.

Jonas yang memang pemburu harta karun yang tujuannya hanya untuk mencari uang, dalam perkelahian di gua bawah es, Jonas lari duluan dan membawa kabur batu permatanya ke Dubai untuk ditawarkan dalam lelang. Jack dan Ashmita bergegas ke Dubai untuk merebut kembali batu permata. Terjadilah kejar-kejaran dengan menggunakan mobil sport di jalanan Dubai. Jack salah mencuri mobil karena didalamnya ada seekor singa piaraan sang pangeran Dubai.

Walaupun kualitas komputerisasi singanya belum sempurna, tetapi menambah kelucuan melihat singa berlompatan di dalam mobil. Bahkan si singa merasa mual pada saat keluar dari mobil dan hampir pingsan. Untuk menambah kelucuan, si pemilik mobil datang dan memanggil singanya Little Jack.

Kolaborasi dengan pemain India tidak mampu meningkatkan kualitas film. Aarif Rahman berkelahi cukup bagus dan bisa menyaingi kecepatan gerak dari Jackie Chan. Hanya saja tidak banyak adegan akrobat yang ditunjukkan yang merupakan ciri khas dari film Jackie Chan. Bintang film yang dipakai kebanyakan yang kurang terkenal sehingga film ini lebih berfokus pada Jackie Chan dan Aarif Rahman yang tampil cukup bagus.

Kung-Fu Yoga merupakan judul yang menyimpang dari alur cerita. Selama film berjalan hanya ada satu adegan yang menunjukkan gerakan yoga. Seharusnya produser tidak memaksakan kata yoga masuk sebagai judul. Tetapi sudah terlanjur ditonton oleh orang banyak. Walaupun kualitas menurun, tetapi tetap menghibur jika Anda menonton bersama keluarga atau pacar. Tetapi tidak disarankan untuk nonton sendirian.


***

No comments:

Post a Comment