Film terbaru dari Jackie Chan baru saja selesai diputar di
bioskop-bioskop kota besar di Indonesia .
Walaupun film ini tidak seperti film Jackie Chan yang sudah-sudah, tetapi cukup
memberikan hiburan ringan bila ditonton bersama keluarga.
Bila kita bandingkan dengan film Jackie Chan lainnya seperti
Rumble in the Bronx , Police Story, dan The
Myth, kualitas cerita dan perkelahian yang ditunjukkan dalam film ini sangat
jauh di bawah. Padahal, sutradaranya sama yaitu Stanley Tong. Mengapa eksekusi
naskah dan kualitas keseluruhan seperti film dengan budget rendah. Padahal budget
pembuatan film ini lumayan besar mencapai 65 juta Dollar.
Umur memang menjadi kendala bagi setiap orang bahkan untuk
seorang Jackie Chan. Tidak mudah bagi seorang Jackie Chan untuk kembali bermain
film seperti masa mudanya dulu, apalagi dengan umur yang sudah mencapai 63
tahun. Film-film Jackie Chan yang dulunya menunjukkan kecepatan dan kelincahan
dalam berkelahi dan melakukan adegan berbahaya terlihat sudah luntur di filmnya
yang terbaru.
Jackie Chan akan bermain sebagai Jack, seorang profesor ilmu
purbakala yang diajak Ashmita (Disha Patani) untuk membantunya mencari harta
karun Magadha
yang telah lama hilang. Untuk mencari harta karun itu, Jack meminta bantuan
Jonas (Aarif Rahman) seorang pemburu harta karun. Merekapun menuju ke Tibet untuk
mencari sebuah batu permata yang dipercaya merupakan kunci untuk mencari harta
karun itu. Dengan kepandaian dari sang profesor dan teman-temannya, mereka
berhasil menemukan batu tersebut. Walaupun mereka harus berkelahi dengan mantan
Jendral bernama Randall (Sonu Sood) yang juga ingin merebut harta karun dari
mereka.
Jonas yang memang pemburu harta karun yang tujuannya hanya
untuk mencari uang, dalam perkelahian di gua bawah es, Jonas lari duluan dan
membawa kabur batu permatanya ke
Walaupun kualitas komputerisasi singanya belum sempurna,
tetapi menambah kelucuan melihat singa berlompatan di dalam mobil. Bahkan si
singa merasa mual pada saat keluar dari mobil dan hampir pingsan. Untuk
menambah kelucuan, si pemilik mobil datang dan memanggil singanya Little Jack.
Kolaborasi dengan pemain India tidak mampu meningkatkan
kualitas film. Aarif Rahman berkelahi cukup bagus dan bisa menyaingi kecepatan
gerak dari Jackie Chan. Hanya saja tidak banyak adegan akrobat yang ditunjukkan
yang merupakan ciri khas dari film Jackie Chan. Bintang film yang dipakai
kebanyakan yang kurang terkenal sehingga film ini lebih berfokus pada Jackie
Chan dan Aarif Rahman yang tampil cukup bagus.
Kung-Fu Yoga merupakan judul yang menyimpang dari alur
cerita. Selama film berjalan hanya ada satu adegan yang menunjukkan gerakan
yoga. Seharusnya produser tidak memaksakan kata yoga masuk sebagai judul.
Tetapi sudah terlanjur ditonton oleh orang banyak. Walaupun kualitas menurun,
tetapi tetap menghibur jika Anda menonton bersama keluarga atau pacar. Tetapi tidak
disarankan untuk nonton sendirian.
***


No comments:
Post a Comment